Perjalanan Yang Tak Biasa
![]() |
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar |
Sejak niatan itu pula aku terus berupaya. Menabung keinginan lewat ikhtiar yang berspasi. Memadukan keyakinan dan ikhtiar, lalu digenapi dengan doa. Hingga akhirnya pemilik semesta mengabulkannya.
Perjalanan yang cukup jauh, namun bersyukur karena jasadku tak 'rewel' seperti biasanya. Padahal biasanya itu, membayangkan jarak saja sudah sakit kepala, pusing duluan. Alhamdulillah untuk perjalanan ini jasad dapat diajak berkompromi. Melampaui daratan, udara hingga sampailah di tujuan. Maa Sya Allah walhamdulillah, bersyukur dapat menjejaki pulau Sulawesi. Sebelumnya hanya mampir sejenak karena transit sebelum melanjutkan perjalanan menuju latar berikutnya. Dan kali ini, bukan sejenak dan bukan transit, melainkan berkesempatan beberapa waktu.
![]() |
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar |
Berkabar dan saling berjanji untuk menjenguk Rahman yang sedang sakit. Daftar yang jauh sebelumnya tak pernah terpikirkan. Namun itulah ketetapanNya, tak dapat dihindari. Seperti yang aku goreskan sebelumnya di http://ju-si.blogspot.com/2018/12/ia-yang-kuakrabi-dengan-sapaan-man.html. Rahman yang beberapa waktu sebelumnya kutemui di Palembang dalam sebuah kegiatan, hari itu jauh berbeda kondisinya. Dan lagi, aku tak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebab beberapa hari sebelumnya juga hanya potretnya yang kulihat. Ternyata kenyataannya lebih menyayat. Dan tak sanggup rasanya menatapi berlama-lama. Bahkan aku sendiri berusaha menahan air mata.
Usai dari rumah sakit, perjalanan menuju basecare Makassar. Latar yang biasa digunakan teman-teman untuk melingkar, merangkum segenap kegelisahan untuk direalisasikan. Teringin bersua secara langsung, sebab selama ini hanya berkoordinasi secara tidak langsung. Teringin 'mencuri' ilmu mereka, semangat mereka dan beragam perihal lainnya.
Usai dari rumah sakit, perjalanan menuju basecare Makassar. Latar yang biasa digunakan teman-teman untuk melingkar, merangkum segenap kegelisahan untuk direalisasikan. Teringin bersua secara langsung, sebab selama ini hanya berkoordinasi secara tidak langsung. Teringin 'mencuri' ilmu mereka, semangat mereka dan beragam perihal lainnya.
![]() |
Berpose bersama alumni di Basecare Makassar |
Perjalananku bukan perjalanan biasa. Sebab segenap hikmah berhimpun di dalamnya. Mengawali langkah untuk menjenguk teman se-wadah, lantas berlanjut pada kegiatan Refleksi dan Proyeksi yang juga sejak dulu teringin dapat diikuti. Alhamdulillah Allah kabulkan (lagi).
Di sesi ini hikmah itu semakin menghijau. Berhimpun dengan teman-teman yang sejak awal hanya berkomunikasi lewat komunikasi. Seperti sudah saling mengenal namun nyatanya disatukan oleh sebuah frekuensi dan wadah yang satu.
Satu malam berlalu. Momen tentang dikejar-kejar monyet di Tanjung Pallette belum sirna. Saling tertawa saat mengingatinya. Malam terus berlanjut pada agenda yang lainnya. Saat semua sedang bergumul dan khusyu dalam pemaparan, seketika suasana hening.
![]() |
Refleksi dan Proyeksi Masyarakat SM-3T Institute |
![]() |
Refleksi dan Proyeksi Masyarakat SM-3T Insitute |
Kepergian dari seorang teman yang dikenal baik, menghadirkan isakan malam itu. Lemas seketika jasad. Air mata membanjiri malam. Agenda terus dilanjutkan hingga akhir. Selepasnya, malam itu juga keseluruhan berkemas. Menyatu dengan malam dengan isak dan rasa kehilangan. Tawa sirna seketika. Hening hingga pagi.
Sekitar jam 04.00 wita jenazah tiba di lokasi tepatnya di Bone. Air mata pun kembali hadir. Tak sanggup dalam suasana itu. Semua larut dalam rasa kehilangan dan menangis. Aku menatapi wajah teman-teman yang sembab, sebab tangis dan kurang istirahat.
Perjalananku bukan perjalanan biasa. Sebab segenap hikmah larut di dalamnya. Untuk sahabat telah berpulang terlebih dahulu, semoga tenang disana. Untuk teman-teman basecare Makassar, terimakasih untuk kebersamaan beberapa waktu yang singkat namun berkesan. Untuk segenap latar bisu yang menghadirkan banyak perihal, syukurku pada Sang Pencipta yang menciptakan. Sebab mentafakkurimu membuatku semakin dekat dengan Penciptaku.
Batam, 29 Desember 2018
-Juniar Sinaga-
#Keeptawadhu
Sekitar jam 04.00 wita jenazah tiba di lokasi tepatnya di Bone. Air mata pun kembali hadir. Tak sanggup dalam suasana itu. Semua larut dalam rasa kehilangan dan menangis. Aku menatapi wajah teman-teman yang sembab, sebab tangis dan kurang istirahat.
Perjalananku bukan perjalanan biasa. Sebab segenap hikmah larut di dalamnya. Untuk sahabat telah berpulang terlebih dahulu, semoga tenang disana. Untuk teman-teman basecare Makassar, terimakasih untuk kebersamaan beberapa waktu yang singkat namun berkesan. Untuk segenap latar bisu yang menghadirkan banyak perihal, syukurku pada Sang Pencipta yang menciptakan. Sebab mentafakkurimu membuatku semakin dekat dengan Penciptaku.
Batam, 29 Desember 2018
-Juniar Sinaga-
#Keeptawadhu
Komentar
Posting Komentar