'Narasi' Ukhuwah
![]() |
Usia kita hanya beda satu tahun. Hal itu yang tidak pernah menjadi masalah bagi kita. Kadang kita sharing, saling berbagi, bercerita tentang kendala dan masalah lalu mencari solusi. Aku masih ingat kala itu, saat bermain-main ke rumahmu Kak. Bertemu adik bungsumu yang sering kakak ceritakan di lingkaran kita. Kala itu aku juga menyaksikan langsung usaha yang sedang dan mulai kakak rintis. "Masih kecil, Nur," ucap kakak saat itu. Padahal aku aja saat itu belum mampu melakukan hal yang seperti kakak lakukan. Aku juga ingat tentang burger yang kakak jual. Yah, semuanya memulai saat itu. Tapi kita tak pernah mempermasalahkan itu. Kita saling mendukung dan menyemangati.
Semuanya terasa berubah saat kakak mulai sakit. "Kakak sering tetiba pusing kalau pas mau naik motor," ujar kakak. Kondisi itu meminta pemakluman dan ketika harus izin, kami semua menerima itu. Walau rasanya ada yang kurang jika ada salah satu saja yang tidak hadir di majelis itu. Semakin lama kondisi kakak makin berubah. Aku ingat betul saat kita diamanahkan untuk membina mentoring di salah satu kampus. Kakak harus menyesuaikan waktu karena kondisi itu. Walau sedang diamanahkan di kampus yang sama, kita jarang bersua karena memang jadwal kita berbeda. Kelas yang kita bina juga tak sama. Amanah itu tetap kakak laksanakan padahal kondisi kakak tidak begitu baik. Pun, saat suatu ketika kita pergi ke Rumah Sakit, tidak ada tanda-tanda yang seperti kita khawatirkan.
Menjelang akhir 2016, aku harus berangkat. Itu artinya kita akan jarang bertemu. Namun semuanya telah aku beritahukan, ceritakan, jauh sebelum tempat dan waktu keberangkatan. Kita masih berada dalam satu grup saat itu.
Suatu ketika, aku mendengar kabar yang kurang baik. Bahwa kakak harus dirawat dan bahkan hingga hilang ingatan. Teman-teman di lingkaran kita pun tidak kakak kenali. Subhanallah. Tak terbayangkan olehku saat teman kita menceritakan kondisi itu padaku.
Beberapa waktu setelahnya, tak terdengar kabar. Kita pun mulai berkomunikasi lagi melalui whatsapp. Sesekali aku membaca komentar kakak di instagramku. Komentar keantusiasan dan kadang juga berisi doa-doa kebaikan untukku. "Berarti kondisi kak Dewi sudah membaik sekarang," pikirku. Aku sengaja tak menanyakan semua hal yang telah kakak lewati itu, karena khawatir jadi beban dan mengundang kesedihan.
Lalu, beberapa hari yang lalu aku kembali mendapatkan kabar kalau engkau harus baru dioperasi Kak. Tak bisa kubayangkan kondisimu. Aku hanya berdoa agar kondisi kakak lekas membaik. Selang waktu setelah mendapat kabar itu, aku ingin menanyakan perkembangan kondisimu. Namun kupikir, barangkali sudah agak membaik karena di grup pun tak kudengar berita yang melemahkan.
Hingga akhirnya, hari ini kabar kepergianmu datang. Masih seperti tidak percaya Kak. Namun nyatanya doa-doa untuk sudah berdatangan menanggapi berita itu.
Aku bersaksi kakak orang yang baik. Kakak orang yang tegar dan sabar. Semoga Allah menempatkan Kakak di surga terbaik-Nya.
Pekanbaru, 04 Oktober 2020
Komentar
Posting Komentar